Kamis, 11 Desember 2008

TRISTAN "SAMSON DARI MERAPI"

Desember 2008

Dedek mulai belajar jalan, tepatnya tanggal 27 November 2008, dedek malakukan langkah pertamanya. Waktu itu baru satu dua langkah, saat ini dedek sudah berhasil 4-5 langkah, tetapi masih susah njaga keseimbangan. Ayoo dek tetap semangat biar cepat bisa jalan...

Tapi bapak bukan mau cerita jalannya dedek, tapi tingkah dan gayanya dedek. Dedek itu kuat banget anaknya, apa-apa diangkat. Dikasih bola plastik gak mau, milihnya bola basketnya mas Adek, kalau megang bola langsung diangkat tinggi2.

mana ring-nya dek....

mmuuah...

Meja juga didorong2, semua maunya diangkat, termasuk kalau belajar nulis bukannya nulis dibawah, tapi papannya yang diangkat.

gaya nulis yang aneh.....

Kecuali ngangkat2, dedek juga sedah pinter nggaya, kalau liat kacamatanya mbak Putri langsung pingin di pakai, nih gayanya :

nggaya dulu........

he he he... udah ah....

ini kayak lebah berkaca mata ya....

Eeehh mbak Putri juga suka iseng, dan dedeknya mau aja diisengin, dedek dipakein kerudungnya mbak Putri, jadi gini nih tampangnya :

jangan keterusan lho dek.....

Dedek juga semakin nakal, kalau maunya gak diturutin langsung marah dan mukul2, Lek Yuli yang sering jadi korbannya. Kadang mukul, kadang ngelempar benda yang dipegang bahkan sampai nggigit. Waduuhh, Dedek jangan nakal ya.........

maluuu.......

Senengnya dedek :
#Dedek sekarang juga lagi seneng2nya naik mobil, kalau ada yang pergi pakai mobil pinginnya ngikut aja, kalau gak diajak langsung teriak2 marah. Kalau pingin naik mobil, dedek bilangnya "beeemm.... bemmm" sambil monyongin mulutnya. Kalau pas lewat Masjid langsung kedua tangannya ditaruk di telinga, menirukan orang adzan. Kalau liat bis langsung teriak histeris dan nunjuk2 sambil bilang "beemmm beeemm", kadang juga bilang "ngaaanggg.... ngaaaannggg".

#Selain naik mobil, dedek juga seneng banget sama iklan di TV, mulai apal sama iklan2 yang ditayangin dan suka ngikut gayanya.

#Kalau pas makan pagi atau sore senengnya ngeliat dan ditemanin sama kucing di belakang rumah. Tapi dengan begitu lebih gampang dan cepet makannya.

#Dedek juga seneng mainan air, kadang2 diajakin mandi dan berenang sama bapak di bath up, waah betah banget, sambil main bebek2annya.

belum keluar sampai airnya dingin

sapa mau ikut berenang?.....

udahan Pak,... airnya udah dingin nih...

wes ah.

POTONG RAMBUT LESEHAN

Jum'at 24 Oktober 2008

Dedek potong rambut untuk kedua kalinya, sudah 11 bulan baru dedek potong rambut lagi, sebelumnya sudah dipotong di awal Desember 2007. Kali ini dedek potong rambut di rumah saja, dan sebagai pemotong rambutnya ibuk sendiri. Dengan duduk di lantai teras, dipegang Lek Yuli dan di beri mainan biar gak bosen dedek sukses potong rambut. Butuh waktu 30 menit sampai selesai, soalnya dedek gak bisa diem dengan sikap sempurna (kayak pramuka aja, he he).

inilah foto2nya :

gaya bengong

sudah rapi buk....

sibuk cari mainan

Senin, 08 Desember 2008

MUDIK 2008............ SELAMAT BERTUGAS KEMBALI

Senin 13 Oktober 2008, saatnya pulang........

Kali ini bangun lebih pagi dari biasanya, abis subuh langsung mandi, dedek? diseko aja. Semua sudah masuk koper, terus turun ke bawah.

Waktu menunjukkan pukul 06.00, udara Jogja masih bersih dan dingin, sarapan dengan diam, sepi dan enggak banyak bicara seperti hari2 sebelumnya. Bukan karena kita sekeluarga sendiri yang menikmati sarapan, tetapi karena kita harus segera meninggalkan Jogja.

Selesai dengan urusan administrasi hotel, dengan lesu menuju ke avanza telor bebek, langsung berangkat ke Bandara Adisutjipto. Pesawat kami Mandala Air jam 08.30, masih banyak waktu sebenarnya, tapi biar gak kemrungsung bapak jalan pelan2 sambil menikmati hari terakhir di jalan2 kota Jogja.

meninggalkan wisma MM UGM dengan kepala tertunduk, hiikks,....

Masuk Bandara, serah terima dan berpisah dengan si telor bebek yang sudah menemani selama seminggu jalan2 di Jogja. Check in dan tunggu......... dedek sarapan dulu, sambil liat2 pesawat yang parkir. Sesuai jadwal pesawat maburrr ke Jakarta...............SELAMAT TINGGAL JOGJA....

Sampai di Cengkareng dengan selamat, langsung cari taxi dan meluncur ke Hotel Orchard di Gunung Sahari. Check in dan minta 2 kamar yang ada conection doornya, tapi satu kamar masih di bersihkan, akhirnya istirahat di salah satu kamar dulu sebelum jalan lagi ke mangga dua.

Naik taxi 15 menit udah sampai Pasar Pagi Mangga Dua, ibuk belanja benang dan bahan2 crafting, mas dan mbak belanja CD game, dedek gak belanja apa2, nyari kaos yang adem gak nemu.

Puas belanja, gak kerasa hari sudah sore, balik ke hotel lagi. Malemnya Pakde Tokok dateng ke hotel, terus cari makan malam, mumpung di Jakarta, bapak pingin nasi uduk. Pulang ke hotel langsung istirahat, besok pagi harus sudah ke bandara lagi.

dedek jangan ditinggal ya........

pada pules, kecapek'an, habis energinya...........


Selasa 14 Oktober, 2008
Pagi subuh sudah siap, bawaan tambah banyak, mau sarapan belum buka, tapi kalau cuma roti panggang dan kopi sudah ada. Akhirnya makan sepotong roti dan bapak cuma ngopi. Jam 05.30 berangkat pakai taxi ke Bandara Halim Perdana Kusuma, pesawat Pelita Air jam 07.00.

Masuk ruang tunggu, check in, menikmati kopi, teh dan kacang goreng di ruang tunggu, akhirnya pas jam 07.00 naik pesawat. Selamat tinggal Jakarta, selamat tinggal Pulau Jawa.

pulas, dan bermimpi "kapan ya ke Jawa lagi?..."

Turun di Dumai, naik bus perusahaan ke Duri. Keluar dari bandara Mas Adek baca tulisan di semacam tugu peringatan "SELAMAT DATANG, SELAMAT BERTUGAS KEMBALI"

"Waduh, pingin rasanya balik ke pesawat dan terbang lagi ke Jawa" kata mas.

Rutinitas dan tugas kembali di depan mata, perjalanan ke Duri terasa sangat membosankan, pompa2 angguk seolah mengucapan kata2 selamat datang, selamat bikin pr, selamat bangun pagi, selamat belajar.

kembali disambut pompa angguk

Alhamdulillah, akhirnya sampai di rumah, Merapi 54, disambut oleh bunga matahari yang sudah bermekaran, paling enggak bisa menghibur hati. Berakhir sudah liburan di tahun 2008.

bunga matahari menyambut kami

TAMAT.

Jumat, 05 Desember 2008

MUDIK 2008............ Pasar Minggu UGM

Minggu, 12 Oktober 2008, hari ke 6 di Jogja.

Enggak terasa sudah 6 hari cuti di Jogja, rasanya cepet banget waktu berlalu ya.... ini hari terakhir di Jogja, karena besok paginya sudah harus pulang. Rasanya masih kurang lama di Jogja, masih banyak tempat yang belum sempet diampiri, tapi rutinitas sudah menunggu.

Pagi itu seperti biasa, mandi dan sarapan di wisma, tetep degan menu yang berbeda. Rencana pagi ini adalah jalan2 di pasar minggu atau pasar kaget di seputaran kampus UGM. Kalau ke Jogja, bapak dan ibuk mesti ngeset waktunya melewati hari Minggu, biar bisa jalan2 di pasar kaget ini.

Jaman bapak dan ibuk kuliah dulu, pasar ini sudah ada, bedanya kalau dulu, yang dijual cuma makanan aja, segala macam makanan dan minuman untuk sarapan pagi, mulai dari lontong opor, nasi goreng, nasi uduk, gudeg dan sejenisnya. Sekarang, kecuali makanan juga banyak yang membuka lapak2 kaki lima dan berjualan segala macam barang. Mulai dari pakaian, vcd, tas, pernak pernik, hp, mainan anak2, dan segala macam barang.

Posisi penjual makanan ada di Bulevard depan Gelanggang Mahasiswa, berjejer sampai ke depan Masjid Kampus, dulu kuburan china. Sebagian lagi dari depan Fak. Filsafat sampai Lembah UGM. Sementara yang berjualan non makanan ada di depan Masjid Kampus sampai dekat perempatan jl Colombo. Pokoknya menyenangkan, barang yang dijual kebanyakan kebutuhan sehari2 mahasiswa, jadi harganya juga harga mahasiswa.

suasana pasar pagi di depan Masjid Kampus

Avanza telor bebek sudah terparkir rapi di depan Masjid Kampus, mulailah acara liat2 pilih2 dan bayar2 dimulai. Dedek dengan santainya duduk di stroller, pas liat balon langsung teriak baaaa.........baaaa..... akhirnya tersenyum puas setelah balon ditangan.

yang milih balonnya mbak Putri, jadi warnanya kuning........

Capek mainan balon dan matahari pagi mulai tinggi, dedek mulai ngantuk, akhirnya tertidur di gendongan bapak.

pulassss..........

Setelah dapat beberapa barang yang dibutuhkan dan dipingini, selesai sudah acara pagi itu. Yang sudah2 biasanya dilanjutkan acara sarapan opor ayam di depan Gelanggang, tapi berhubung dapat info bahwa akhir2 ini di seputar kampus airnya lagi terjangkit virus coli, untuk keamanan acara sarapan dihindari.

Tujuan berikutnya adalah cari kaos oblong, tujuannya manalagi kalau bukan DAGADU. Bapak milih ke dagadu yang ada di Jl. Pakuningratan, belakang Pasar Kranggan, sebenernya ada juga di Malioboro Mall, tapi parkirannya susah.

Begitu sampai langsung disambut dengan tulisan yang menggelitik, UGD atau Unit Gawat Dagadu, dan dipintu masuknya ada semacam patung prajurit keraton dengan tulisan SILAKEN MASUK....

UGD......... Unit Gawat Dagadu

mana patung mana orang ya?

dedek gak mau kalah

Dimana2 banyak plesetan2 yang selalu bikin geli, emang pinter dan kreatif banget dagadu dalam mengolah kata2.

Sementara yang lain milih2 kaos, dedek sempet berpose di depan TPS bukan Tempat Pemungutan Suara, tapi diplesetin jadi TEMPAT PEMILIHAN SIZE, hue he he..

ayo..... ayooo....... sapa lagi mau nyoba size?

Puas belanja perjalanan dilanjutkan, kali ini mencari tempat makan siang yang rada adem, ya manalagi kalau bukan di kaki Gunung Merapi. Pilihan jatuh ke RM. Morolejar, dipilih kesana karena sekalian mau mampir ke rumah Mbah Jauhari (saudaranya ibuk dari Situbondo). Selain itu karena ngajakin Kak Firda (ponakan ibuk) dan keluarganya makan juga, jadi cari RMnya yang gampang dicari.

Perjalanan ke sana segaja bapak lewatkan jalan ke Turi, dari Monjali ke utara, bukan lewat Jalan Kaliurang, karena pemandangan lewat jalan itu lebih hijau. Setelah telpon2an sama Kak Firda akhirnya Kak Firda mau nyusul aja, soalnya masih ada acara arisan.

Sampai di RM Morolejar, suasana mulai ramai, karena pas jamnya makan siang. Bapak pesen tempat dan order makanan, sementara ibuk nyuapin dedek sambil liat2 ikan di kolam2 di area RM.

masih makan bubur pabrik....... hueekkk

Gak berapa lama Kak Firda datang dengan Mbak Uut dan Alicia. Waduh rada bingung nih, Alicia itu umurnya 3 tahun, tapi kalau manggil dedek secara silsilah keluarga Oom.

Oomnya umur 1 tahun, ponakannya umur 3 tahun

sesaat sebelum pulang di depan RM. Morolejar

Habis makan, perjalanan dilanjutkan ke rumah Mbak Jauhari, rumahnya gak jauh dari RM. Sampai sana semua kaget, karena ternyata Mbah Jauhari sakit keras dan sudah 1 tahun tergolek di tempat tidur. Sedih juga, sudah 3 orang saudara yang tergolek lemah selama cuti 2008 ini, Mbak Ndari, Mbah Timah dan Mbah Jauhari,....... semoga lekas sembuh........

Pulang dari rumah mbah, lewat jalan Gejayan mampir di toko buku Togamas, toko buku murah mirip dengan shopping, bedanya di sini hanya satu toko dalam satu bangunan. Abis mborong buku, mampir ke loundry ambil cucian terakhir, sebelum akhirnya pulang ke wisma untuk packing dan istirahat.

ngrookkk...groookk...


Minggu, 30 November 2008

MUDIK 2008.......... Taman Sari

Sabtu, 11 Oktober 2008, hari ke 5 di Jogja.

Pagi sampai menjelang siang di wisma aja, siang baru jalan, sekalian cari makan siang. Makan kali ini pilihan jatuh kepada LOTEK TETEG. Opo kuwi? itu adalah warung lotek, semacam pecel yang berada di deket teteg (=palang rel kereta api). Warung ini sudah ada entah sejak kapan, tapi jamannya bapak dan ibuk kuliah sering makan di tempat ini, rasanya mak nyuuusss tenan, dan harganya mahasiswa banget. Lokasinya di deket Stasiun Lempuyangan, warung kaki lima dibawah jembatan layang, dulu, tapi sekarang pindah ke seberang jalannya, dengan lokasi parkir yang besar dan warung yang juga besar.

sementara nunggu loteknya diuleg, dedek main2 sendiri

Pesen lotek 3 porsi, dan 1 porsi gado2 buat Mbak Putri, makan dengan cara lesehan, dan porsinya super jumbo, bapak aja gak abis. Rasanya masih mak nyuuus dan harganya juga masih harga mahasiswa. Satu porsi lotek atau gado2 yang super gede itu cuma 8 ribu rupiah saja, dijamin perut kenyang.

semuanya super gede

Kenyang makan lotek perjalanan dilanjutkan, tujuannya main di Taman Pintar. Posisinya ada di belakang Benteng Vandenberg, tepatnya dibekas shopping yang lama. Pasar shoppingnya sendiri bergeser ke sebelah timurnya, dibangun lebih bagus dan rapi.

Avanza telor bebek parkir di depan toko2 buku shopping dan kami masuk ke Taman Pintar. Beli karcis, masuk, langsung disambut aquarium besar dengan ikan2nya dan teriakan T-Rex. Mbak Putri langsung tutup kuping begitu T-Rexnya teriak.

waahhhh......... dedek histeris ngeliat ikan besar2

mbak Putri kok nutup kuping?

Naik ke atas, liat2 alat peraga, dan sempet nyobain "rumah gempa", simulasi rumah yang kena gempa pada kekuatan 4 skala righter kalo gak salah. Pusing muter2, akhirnya naik satu lantai lagi dan nonton film 4 dimensi. Terpaksa lagi2 dedek diluar gak ikutan nonton, mas dan mbak yang nonton.

nggaya dulu sebelum nonton

Selesai sudah di Taman Pintar, rencana mau main di halaman depannya yang banyak alat peraga juga, tetapi kondisinya masih panas menyengat, akhirnya gak jadi main. Ke parkiran lewat toko2 buku dengan "harga miring", sempet beli beberapa buku, mas adek sampai terkagum2 dengan harganya. Mas Adek sempet ngetes harga buku yang pernah dibeli beberapa minggu sebelum cuti, harganya 23.000. begitu ditanya disana, buku yang sama, harganya 14.000, waduuuhhh, murah banget kata mas.

Ibuk lain lagi, liat buku crafting, bandrol yang tertulis 36.000, ibuk langsung nawar dengan PD-nya:

"Mbak ini 30.000 aja ya...."
"Disitu tertulis berapa Bu?"
"Tiga puluh enam"
"Ooo, kalau gitu harganya jadi 26.000 aja"

Gubrak...?*.@!!, ternyata lebih murah lagi, dan mbaknya masih jujur ngasih harga jual yang sebenarnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Keraton Jogja, mas mau minta restu Kanjeng Sultan, tapi apa daya, ternyata Keraton Dalem sudah tutup. Yo wes pilihan lainnya adalah ke Taman Sari, mudah2an masih buka. Eh Taman Sarinya juga sudah tutup, tapi karena posisi taman sari sudah "di dalam" perkampungan, Om guidenya masih mau nganterin lewat jalan belakang, walaupun ada bagian2 tertentu yang gak bisa dimasuki lagi. Yo wes gak papa, daripada gak tau dan balik lagi.

Akhirnya kita tour keliling diantar Om Guide yang dengan lancarnya menerangkan sejarah dari Taman Sari, ditanya gak ditanya teruuuusss aja nyerocos ini itu, guide yang baik hati, he he. Kondisi Taman Sari sebagian sudah direnovasi dan sebagian lagi masih ada bekas2 ambrol kena gempa 2006.

dedek terkagum2...........

mas juga terkagum2, atau takut rubuh?

Mas Adek begitu antusias tanya ini itu :

"Itu apa Om?
"Ooo, itu tempat Raja berdiri liat para permaisuri mandi"
"Kalau ini Om?
"Ini semacam Masjid, itu tempat Imamnya, ini tempat Wudlunya..."
"Naaaah kalau yang itu? kata Mas masih penasaran.
"Oooo, kalau itu rumah Pak RT."

pose dulu di pintu gerbang

narsis di bekas bangunan masjid

Berakhir sudah perjalanan keliling Taman Sari, pulang lewat Pasar Ngasem sebelum sampai ke parkiran mobil.

Malamnya makan di sate Samirono, sate yang bapak dan ibuk gak pernah makan waktu jaman kuliah dulu. Bukan karena rasanya gak enak atau gak doyan sate, tapi kondisi keuangan yang gak ada untuk jajan sate, hue he he.... kasian amat ya.....

bersambung..............



Sabtu, 29 November 2008

MUDIK 2008.......... naik andong malioboro

Jum'at, 10 Oktober 2008, hari ke 4 di Jogja.

Tujuan kali ini adalah wisata ke Malioboro, kurang afdol kalo udah ke Jogja enggak mampir Jl. Malioboro. Bukan wisata belanja yang jelas, soalnya bapak sama ibuk tau, kalau mau belanja jangan di Malioboro, soalnya tau tempat yang lebih murah, selain itu kalau nawar2 barang di Malioboro harus dengan perjuangan dan "otot2an".

Sengaja berangkat agak pagian biar dapat parkir, bener aja, akhirnya avanza telor bebek dapat parkir lega di jalan samping Malioboro Mall. Tujuan pertama adalah ke toko benang, namanya toko 63 (lho katanya gak wisata belanja?), iya mampir bentar aja ibuk, daripada kepikiran. Setelah beli beberapa benang rajut, akhirnya diputuskan dengan suara bulat mau naik andong. Yak.... naik andong keliling jalan Malioboro muter ke Jalan Mataram.

Tengok kanan kiri, akhirnya diputuskan naik andong wisata no 02. Sepertinya kudanya kenal baik deh sama mas, soalnya begitu kami mendekat, kudanya langsung senyum ke arah mas, lho?...

pada hari Jum'at ku turut ayah ke kota........
naik andong istimewa ku duduk di muka........
..................
tuk tik tak tik tuk......... (kayaknya lagunya salah ya, soalnya kalau didengerin gak ada suara kayak gitu, yang ada malah tok tok tok)

dedek masih takjub dengan binatang yang namanya KUDA

Selama perjalanan semua menikmati pemandangan kanan kiri jalan, liat Istana Presiden, Kantor Pos Gede, Bank Indonesia, tukang akik di sepanjang jalan, toko Progo, hotel Melia Purosani, pedagang oleh2, hotel Mutiara, akhirnya gak kerasa balik lagi ke tempat semula. Selesai sudah perjalanan dengan andong wisata. Setelah foto2 bentar, pamitan sama kudanya (tapi gak pakai cium pipi lho), nyebrang masuk Malioboro Mall, bukan buat belanja, tapi mau ngadem.

dedek kayaknya sedih mau pisah sama kuda

Setelah kepala rada adem, perjalanan di lanjutkan lagi.

"Ibuk mau cari baju batik nih, buat ke kantor, bapak juga baju batiknya udah gak pernah ganti2" kata ibuk, "Kalau mau nyari yang murah ya di Pasar Beringharjo"
Semua kompakan bilang "Nggak mauuuuuuuu, ampuuun Buuukkk"

Rupanya mas sama mbak udah trauma begitu nyebut Pasar Beringharjo, udah kebayang panas dan sumpeknya. Ya udah akhirnya ibuk ngalah, dan bapak putar otak mau kemana nih nyari batiknya yang bagus tapi juga gak mahal2 banget. Setelah pikir2 bapak akhirnya inget ada bazaar batik di Sapphire Square jalan Solo. Kecuali tempatnya adem, di lantai atas juga ada arena bowling. Sementara bapak dan ibuk belanja, mas dan mbak main bowling di lantai atas.

mas in action

gaya yang aneh

Setelah pilih dan pilih akhirnya dapat beberapa baju batik. Semua dapat, kecuali dedek, gak ada baju yang seukuran dedek.

abis shopping batik....

Sebelum pulang mampir ke loundry buat ambil cucian, oh ya, ternyata di jogja yang terkenal sebagai kota peladjar, kota kost2an sekarang menjamur londry2 di setiap sudut jalan, beda banget waktu jamannya bapak ibuk kuliah dulu. Hebatnya lagi, loundry sehari jadi harganya sangat2 murah, harganya bukan per potong baju, tapi kiloan (kayak jeruk aja ya pake ditimbang). Waktu itu mencuci 18 potong baju dengan berat 4,2 kg hanya Rp. 12.000 saja, hue he he. Akhirnya selama di Jogja, nyuci bajunya di loundry "mahasiswa" aja, jadi pas pulang enggak bawa baju kotor.

cuma 12 ribu rupiah saja

Malamnya cari makan keluar, makan apa kali ini ya? steak udah, sate udah, soto udah, bebek goreng? ini yang belum dicoba. Bapak pernah liat ada rm bebek goreng yang selalu ramai, siang malam selalu penuh. Biasanya kalau rame ada dua alasannya, pertama murah, kedua makanannya uenak banget, pokoknya endang bambang surendang lah. Ya... akhirnya si avanza telor bebek meluncur cari temennya, bebek goreng, tempatnya ada di jalan Gejayan. Nama rumah makannya RM. BEBEK GORENG H. SLAMET (ASLI), ada yang palsu kali ya.....

Cari parkirnya susah, akhirnya dapat juga walaupun agak jauh, waduh perjuangan baru dimulai nih, sampai di dalam, ramainya bukan main, semua meja penuh, akhirnya nungguin orang yang udah mau selesai makan, sempet rebutan sama orang lain yang juga ngantri, akhirnya orangnya takut juga sama pasukannya bapak yang gede2. Bapak pesen bebek goreng (ya iya laah , masak pesen sate bebek)... beberapa potong, dan tunggu. Karena begitu ramainya bapak udah ngebayangin nih, bebek gorengnya pasti mak nyuuusss banget. Engak berapa lama bebeknya datang, wek wekk wekk , lho2 mas bebeknya kok masih idup?....

Inilah pertama kalinya makan bebek, semua, ya semuanya baru pertama kali makan bebek. Ternyata sodara2 sekalian, entah karena baru pertama kali makan bebek atau emang gak suka bebek, rasanya tidak ada yang istimewa. Naaahh masih ada kemungkinan kedua kenapa tempat ini ramai, kemungkinan adalah murahnya. Abis makan bapak bayar, ternyata lagi2 sodara2 sekalian, harganya sedang2 saja. Jadi ramainya kenapa ya?........ wes ah, buat yang mau ke Jogja, buat yang suka bebek goreng RM ini patut dicoba.......

Bebek Goreng H. Slamet (Asli)

Cukup sudah untuk hari ini sodara2.................

bersambung...........






Kamis, 27 November 2008

MUDIK 2008.................... Candi Prambanan

Kamis, 09 Oktober 2008, hari ketiga di Jogja.

Bangun tidur, tidur lagi
Bangun lagi, tidur lagi
Banguuuunnn, tidur lagi

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
kalau lupaaaaaaaaa................. tidur lagi

Lho kok malah nyanyi lagunya Mbah Surip?. Yak, rutinitas pagi dilaksanakan dengan sukses, dedek masih pilek, belum sembuh juga, masih males2an sarapan bubur pabrik.
Mas Adek masih semangat ngabisin sarapan gudek di wisma, waduh kalau ngeliat porsi makannya mas, bisa2 wisma bangkrut dan ditutup. Atau paling apes kita gak boleh nginep disitu lagi.
Mbak Putri masih dengan menu andalan, roti bakar dan omelet (padahal kalo dirumah biasa disebut telor dadar).

Acara hari itu ke Candi Prambanan, setelah sukses hari sebelumnya ke Borobudur, mas pingin semedi lagi dan pingin minta do'a restu sama patung Ganesha di Prambanan. Kali ini tujuan langsung ke candi tanpa mampir2 dulu, jadi pagi2 sudah sampai parkiran. Lagi-lagi dedek gak ikutan masuk, bukannya ngirit biaya tiket, tapi susah dan repot, jalannya jauh, kondisi dedek masih pilek lagi. Nanti pasti dedek bisa ke sini lagi......

Tanpa antri karena masih pagi, langsung beli tiket dan masuk ke area candi, tetep dengan perjuangan jalan jauh untuk sampai ke candinya, melewati taman dengan pohon2 yang rindang. Sampai di candi langsung pada narsis dan poto2, sayangnya bagian utama candi lagi dipugar jadinya gak bisa masuk, ya udah liat2 dari luar aja.

bergaya dulu.............

sayang gak bisa masuk candi utamanya....

Capek mengamati batu2 yang disusun tanpa mengerti artinya, (kalau ada Mbah Kung pasti bisa seharian diterangin sejarah candinya). Karena gak ngerti mau ngapain lagi kecuali mengagumi warisan leluhur ini, akhirnya menuju jalan keluar.

Begitu keluar ke arah parkiran langsung disambut oleh para pedagang asongan, mulai dari pecel madiun yang pakai kembang turi, pernak pernik kalung dan gelang, miniatur candi, sandal, baju, sampai patung kuda.

"Pecel mas, mbak ?"
"Enggak terimakasih, masih kenyang"
"Sandal mas, mbak?"
"Terimakasih, masih kenyang..." lho............

Akhirnya Mbak Putri tidak tahan godaan juga ketika ada mbak2 yang nawarin kalung dan gelang, sekalian buat oleh2 temen, alasan Mbak Putri. Mas juga gak mau kalah, langsung jongkok didepan pedagang gantungan kunci, bukan mau pipis, tapi milih2 gantungan berbentuk miniatur candi.
pilih2 gelang tangan buat oleh2

Habis belanja langsung berangkat lagi, tujuan kali ini mau berenang di kids fun park, taman bermain di jalan Wonosari. Sebelumnya mampir di Alfamart buat beli ice cream dan makanan kecil buat bekal. Sempet kebablasan sebelum akhirnya ketemu juga yang namanya Kids Fun Jogja, tempatnya tertutup pohon2 besar, dan tulisannya kecil sih.

Acara pertama tentu aja berenang, mas dan mbak langsung cibang cibung, jebar jebur gak bosen2. Sementara pada berenang, dedek makan siang disuapin ibuk sambil mainan air di pinggir kolam. Abis makan dedek ikutan berenang juga lho, di gendong ama mas, waaahh seneng banget mainan air. Tapi gak bisa lama2 soalnya dedek juga masih pilek.

ayo Deekk, berenang sama mas....

mas lagi ngelatih dedek meluncur

dedek bengong aja diajarin berenang

Abis berenang acara dilanjutkan ke arena bermain, mbak Putri paling menikmati di arena ini, karena banyak permainan yang buat mas sudah kebesaran dan buat dedek masih kekecilan. Setelah muter2 dan nyoba beberapa permainan, akhirnya ketemu juga permainan buat orang besar, buat bapak dan mas adek, gokart. Yak, balapan mobil, Mbak Putri bareng sama Bapak, balapan sama Mas Adek. Layaknya pembalap profesional, semua pakai seragam dan perlengkapan yang bikin kepala panas, bruuummm, bruuummm. Mas sempet dua kali selip di tikungan dan sudah bisa dipastikan Bapak dan Mbak Putri pemenangnya.

mas adek di garis start

nampang dulu seabis lomba

Ternyata masih banyak permainan yang belum dicoba, terutama buat dedek, akhirnya ketemu sama permainan "petualangan dinosaurus". Dedek sama Ibuk, mas dan mbak keliling pakai mobil ngeliat patung2 dinosaurus yang bisa bergerak2, dedek seneng banget.

mana dinosaurusnya?

Dedek juga sempet ketemu sama badut2 disana, hebaatt, enggak nangis kayak anak2 lain, malah badutnya yang nagis dicubit sama dedek, he he...

eehh dora....... cubit aahhh

Belum puas juga, mas coba2 meluncur, flyingfox, dari ketinggian sekitar 15m mas meluncur, aaaaaaaaa...... uuuuuuu...oooooooooo...... Ternyata gak seperti yang dibayangkan kata mas... he he untung gak ngompol.

Permainan terakhir bom bom car, yak tabrak2an mobil, sebelum akhirnya hujan turun dengan deras, untungnya hanya sebentar. Dengan perasaan puas main seharian akhirnya si avanza telor bebek meluncur kembali..

Berhubung masih cukup waktu, bapak ngajak jalan2 ke Imogiri, tempat bapak KKN dulu. Sempet kesasar sebelum akhirnya balik arah dan berhasil sampai dengan selamat di pasar Imogiri. Bapak beli rokok koleksi, ibuk beli kertas kado motif batik, dan pulang lagi ke wisma.

Wes ah, bersambung lagi.........